Jaringan Media Aceh
Kamis, 17 September 2026
Kesehatan, Pemerintahan

WHO: Asap Berbahaya bagi Paru-Paru hingga Jantung

JMA, Jakarta – Asap yang berasal dari pembakaran sampah, kebakaran hutan dan lahan, kendaraan, industri, maupun aktivitas rumah tangga dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut polusi udara sebagai salah satu risiko lingkungan terbesar bagi kesehatan manusia.

WHO menjelaskan, asap dapat membawa berbagai polutan berbahaya, terutama partikulat halus seperti PM2.5 dan PM10. Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam paru-paru. Bahkan, PM2.5 dapat menembus jaringan paru dan masuk ke aliran darah sehingga berpotensi memengaruhi berbagai organ tubuh.

Paparan asap dalam jangka pendek dapat menyebabkan iritasi mata, hidung dan tenggorokan, batuk, serta gangguan pernapasan. Sementara paparan dalam jangka panjang berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit serius, termasuk penyakit jantung iskemik, stroke, penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK, kanker paru, dan infeksi saluran pernapasan.

WHO memperkirakan paparan gabungan polusi udara luar ruangan dan polusi udara rumah tangga berkaitan dengan sekitar 7 juta kematian dini setiap tahun. Polusi udara luar ruangan sendiri diperkirakan menyebabkan sekitar 4,2 juta kematian dini pada 2019.

Bahaya asap juga perlu menjadi perhatian khusus bagi anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis. WHO menyebut kelompok tersebut termasuk yang paling rentan terhadap dampak kesehatan akibat polusi udara.

Asap di Dalam Rumah Juga Berbahaya

Bahaya asap tidak hanya berasal dari luar rumah. WHO mencatat sekitar 2,1 miliar orang di dunia masih menggunakan bahan bakar dan teknologi memasak yang menghasilkan polusi udara rumah tangga.

Asap dari pembakaran kayu, arang, limbah pertanian, batu bara, kotoran hewan, atau minyak tanah dapat menghasilkan partikulat dan polutan lainnya. Paparan tersebut dikaitkan dengan penyakit jantung, stroke, PPOK, kanker paru, serta infeksi saluran pernapasan bawah.

WHO mencatat polusi udara rumah tangga menyebabkan sekitar 2,9 juta kematian dini pada 2021, termasuk lebih dari 309 ribu kematian anak berusia di bawah lima tahun.

Lindungi Diri dari Paparan Asap

Masyarakat dianjurkan mengurangi paparan asap sebisa mungkin, terutama ketika kualitas udara memburuk atau terjadi kebakaran. Penggunaan bahan bakar dan teknologi yang lebih bersih, ventilasi yang baik, serta pengurangan sumber pembakaran dapat membantu menurunkan paparan polutan.

Dalam kondisi udara penuh asap, masyarakat juga perlu memperhatikan informasi kualitas udara dan mengikuti anjuran otoritas kesehatan setempat. Jika mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gangguan kesehatan yang berat setelah terpapar asap, segera mencari pertolongan medis.

WHO menegaskan bahwa udara bersih merupakan bagian penting dari perlindungan kesehatan. Upaya mengurangi polusi udara bukan hanya melindungi paru-paru, tetapi juga membantu menekan risiko penyakit jantung, stroke, kanker, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.