Jaringan Media Aceh
Rabu, 16 September 2026
Nasional, Olahraga

NPC Indonesia Tegaskan Pembinaan Atlet Tuli Harus Terstruktur

JMA, Solo: National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI untuk memastikan pembinaan olahraga prestasi atlet penyandang disabilitas berjalan akuntabel dan tepat sasaran.

Kepala Departemen Hukum NPC Indonesia, Satriawan Sulaksono, mengatakan dukungan pemerintah melalui Kemenpora selama ini telah diberikan kepada atlet berprestasi maupun atlet muda yang memiliki prospek untuk tampil pada kejuaraan internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan merespons perbincangan publik mengenai penggalangan dana oleh sejumlah atlet disabilitas rungu atau tuli untuk mengikuti kejuaraan internasional.

Menurut Satriawan, pengiriman atlet NPC Indonesia ke kejuaraan tingkat Asia maupun dunia dilakukan melalui perencanaan jangka panjang dan konsolidasi bersama Kemenpora.

“Keikutsertaan atlet NPC Indonesia dalam kejuaraan internasional merupakan bagian dari rangkaian tryout pemusatan latihan nasional menuju Paralimpiade yang bertujuan mengumpulkan poin demi memenuhi syarat kualifikasi,” ujar Satriawan, Senin (31/8/2026).

Terkait atlet tunarungu, Satriawan menjelaskan bahwa keanggotaan International Committee of Sports for the Deaf (ICSD) menjadi syarat bagi negara untuk mengirimkan kontingen ke Deaflympics.

Ia menyebut organisasi olahraga tunarungu di Indonesia yang diakui keanggotaannya oleh ICSD adalah Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN).

“Kami berharap seluruh atlet tunarungu yang saat ini aktif bisa bergabung atau berkomunikasi dengan PATRIN, sehingga bisa mengikuti event-event internasional yang diselenggarakan,” katanya.

Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menegaskan NPC Indonesia dan PATRIN berada di bawah organisasi internasional yang berbeda. Karena itu, NPC Indonesia tidak dapat mengintervensi persoalan pengiriman atlet tunarungu ke kejuaraan internasional.

Rima mengatakan Kemenpora sebelumnya telah meminta organisasi yang menangani atlet tunarungu menunjukkan legalitas dan dokumen keanggotaan federasi internasional.

Menurutnya, setiap pengiriman atlet ke luar negeri harus melalui proses review dan memiliki dasar prestasi atau catatan waktu yang menjadi pertimbangan kelayakan atlet.

Sementara itu, NPC Indonesia saat ini fokus mempersiapkan atlet menghadapi Asian Para Games 2026 di Jepang yang dijadwalkan berlangsung 18-24 Oktober 2026.

Pemerintah melalui Kemenpora juga memastikan atlet, pelatih, dan ofisial Indonesia menuju Nagoya menggunakan pesawat yang dicarter khusus untuk keberangkatan langsung.