JMA, Jakarta – Gempa bumi dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Laut Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa (25/8/2026) malam. Gempa tercatat terjadi pada pukul 21.58.56 WIB.
Berdasarkan informasi pada peta gempa, pusat gempa berada di laut, sekitar 76 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai. Episentrum gempa berada pada koordinat 8,00 derajat Lintang Selatan dan 120,77 derajat Bujur Timur.
Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer. Pada informasi yang ditampilkan dalam peta, gempa tercatat berstatus “Gempa Dirasakan”, yang menunjukkan getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah sekitar episentrum.
Dengan kedalaman 10 kilometer, gempa ini tergolong sebagai gempa dangkal. Kondisi tersebut dapat menyebabkan getaran lebih terasa di wilayah yang berada relatif dekat dengan pusat gempa, meskipun magnitudonya berada pada kategori sedang.
Pusat gempa yang berada di wilayah laut membuat masyarakat perlu tetap memperhatikan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terutama terkait perkembangan gempa susulan maupun informasi mengenai potensi tsunami.
Hingga informasi pada peta tersebut, tidak terdapat keterangan mengenai potensi tsunami. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Informasi mengenai dampak gempa, wilayah yang merasakan getaran, serta status potensi tsunami perlu mengacu pada pembaruan resmi BMKG.

